Perjudian Merajalela, Indonesia Melarang Keras Perjudian

Betbandarqq – Sudah tidak asing lagi dengan kata perjudian di suatu negara. Hampir di seluruh penjuru dunia ada kegiatan atau istilah perjudian walaupun istilah istilahnya berbeda. Termasuk di Indonesia, perjudian sudah banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat baik masyarakat kelas atas atau menengah kebawah hingga dilakukan oleh para remaja sampai anak-anak.

Tidak dapat dipungkiri lagi walupun Indonesia melarang perjudian, masih tetap saja banyak masyarakat yang melakukan hal ini.  Banyak sekali jenis perjudian yang ada di indonesia ini, salah satunya adalah judi online,  sabung ayam, poker, kasino dan masih banyak lagi.  Dalam melakukan kegiatan perjudian ini pasti ada beberapa faktor yang melatarbelakangi masyarakat untuk berjudi.

Latar belakang masyarakat melakukan perjudian betbandarqq pun sangat beragam. Ada yang hanya sekedar untuk melepaskan penat dikala susah, sekedar melakukan permainan untuk mengisi waktu luang, mencari penghasilan dengan bermain game bahkan ada yang bermotif sebagai ajang taruhan. Dari motif latar belakang tersebut, maka dapat kita simpulkan sendiri mengapa pemerintah melarang kegiatan perjuadian ini.

Pemerintah Indonesia melarang perjudian bukan tanpa alasan, tapi ada alasan tersendiri dari pemerintah untuk menetapkan hal ini. Mulai dari aspek agama islam yang mayoritasnya penduduk beragama islam sehingga melarang hal ini karena didalam islam telah diatur pelarangan judi di Al-Quran, aspek hukum dimana indonesia yang termasuk negara hukum sehingga perlu menetapkan aturan-aturan untuk menciptakan suasana yang kondusif seperti halnya pelarangan judi ini.

Selain alasan-alasan tersebut, ada banyak lagi aspek yang melatarbelakangi pelarangan perjudian ini. Baik alasan yang dibuat oleh pihak kepolisian, pemuka agama bahkan adat. Namun semua alasan dari pihak pihak tersebut bermula dari aspek larangan yang dikeluarkan pemerintah seperti yang tertuang dalam undang-undang.

Undang-undang yang mengatur tentang pemerintah Indonesia melarang perjudian ada banyak sekali antara lain sebagai berikut:

Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1974

Sebagaimana dalam UU tersebut yang merupakan hasil perubahan dari pasal 303 ayat 3 KUHP, tentang pengaturan tindak pidana perjudian di Indonesia. Adapun pengertian istilah penertiban perjudian adalah permainan yang dilakukan ataa dasar keinginan untuk menang dan berdasarkan keuntungan diri pribadi masing. Termasuk juga yang dimaksud dalam undang tersebut adalah segalah bentuk taruhan dalam suatu perlombaan atau permainan, karena didalamnya terdapat unsur judi.

Dalam Undang undang tersebut telah jelas bahwa indonesia melarang perjudian, salah satu cara untuk mengatasi masalah perjudian ini dengan penertiban perjudian seperti yang tertuangdalam Undang- undang Nomor 7 Tahun 1974 yang menjelaskan juga semua tindak pidana perjudian sebagai bentuk kejahatan. Dalam undang-undang ini juga disebut sebagai suatu tindakan kejahatan yang akan merugikan masyarakat dan negara.

Peraturan yang tertuang dalam pasal 3 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974 mengatur tentang larangan yang diberikan oleh pemerindah pusat dan pemerintah daerah untuk pemberian izin menyelenggarakan aktivitas atau kegiatan dalam bentuk apapun yang termasuk perjudian, baik yang dilaksanakan dilingkungan masyarakat sekitar maupun di tempat umum atau kasino.

Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 1974

Dalam pasal ini, indonesia melarang perjudian dengan cara mengubah penetapan pasal 303 ayat 1 KUHP yang berisi hukuman delapan tahun penjara atau denda paling banyak sembilan juta rupiah diubah menjadi sepuluh tahun penjara dan atau denda paling banyak sebesar dua puluh lima juta rupiah.

Pasal 303 ayat  1-1 dan 1-2 KUHP

Didalam pasal ini, pemerintah memperberat ancaman hukuman bagi yang mempergunakan kesempatan untuk mengikuti perjudian dan yang ikut serta melakukan permainan perjudian. Hukuman dalam pasal satu ini diubah menjadi empat tahun kurungan penjara dan atau denda uang sebesar sepuluh juta rupiah paling banyak. Serta pada ayat dua disebutkan bagi pelaku perjudian yang pernah dihukum penjara karena perjudian, maka akan diberikan hukuman selama lamanya enam tahun penjara atau setinggi tingginya denda lima belas juta rupiah.

Walaupun pemerintah indonesia melarang perjudian secara keras dengan mengeluarkan berbagai Undang-Undang, masyarakat tetap tidak jera untuk melakukan kegiatan perjudian ini. Masyarakat tetap melakukan hal ini tanpa mengetahui apa saja unsur yang terdapat dalam permainan judi yang akan membuat masyarakat semakin miskin atau hanya membuang-buang waktu saja.

Unsur-unsur yang perlu diketaui masyarakat yang akan membuat mereka rugi antara lain: dengan melakukan perjudian maka masyarakat akan memiliki pengharapan untuk selalu menang, dan hal itu pasti mustahil terjadi karena dalam suatu permainan pasti ada menang dan kalah; permainan judi juga bersifat untung-untungan saja jika pemain untung maka akan beruntung namun jika sebaliknya pemain bisa buntung atau rugi.

Selain unsur itu jika terdapat seorang pemain yang memiliki kepintaran tertentu, maka akan menimbulkan sikap yang sangat optimis untuk menang dalam permainan perjudian tersebut. Namun, jika pemain tersebut kalah dalam permainan maka pemain akan frustasi bahkan bisa bunuh diri. Hal itulah salah satu alasan pemerintah Indonesia melarang perjudian karena akan berdampak buruk bahkan akan menjerumuskan masyarakat pada hal yang buruk.

Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi kasus perjudian di indonesia, baik dengan mengeluarkan peraturan, tindakan kepolisian, sampai peringatan lisan yang disampaikan dengan cara baik baik. Maka perlu adanya tanggapan dari pemerintah dan lembaga berwajib untuk menegaskan larangan perjudian yang akan merusak nilai-nilai norma masyarakat dan negara.

 

Itu tadi sedikit uraian tentang pemerintah indonesia yang melarang perjudian di kehidupan sosial masyarakat, sebaiknya sebagai masyarakat yang berwarga negara kita harus taat akan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah adapun tujuannya juga untuk kemaslahatan masyarakat dalam berkegiatan di kesehariannya.